6 Juni 2015

HyBryd ti papah



Sekali lagi, kota ini memberi sesuatu untuk dikenang, namun kali ini bukanlah kulinernya, bukanlah suasananya, bukan juga panoramanya. Yang terkenang kali ini adalah pendatang. Pendatang yang bahkan tak ku kenal sebelumnya, kini menjadi terkenang.
Lebih dua tahun sudah, saat aku berjumpa dengannya di depan sebuah kampus negri di kota ini berkat tuntunan seseorang. Usang, ingatan itu sudah semakin using, bagaimana dengan lucunya aku yang lebih muda dipanggilnya “mas”. Siapa yang tak tersipu dipanggil mas, siapa yang tak malu disapa dengan santunnya. Ingatanku tak begitu pasti lagi soal kejadian waktu itu, baju yang dipakainya, bawaan yang dibawanya, yang kuingat adalah tujuannya datang ke kota ini. Akan berjuang masuk ke universitas negri kota ini, begitulah titahnya, aku tak pernah tau jika mungkin dia menyembunyikan niat lain. Niat jalan – jalan mungkin, ya justru sebelum ujian dia mau aku ajak mengelilingi sebagian jalanan kota ini yang juga masih terlalu asing bagiku. Anak mana sih yang datang ke kota ini tanpa ada niat jalan – jalan, tanpa ada niat foto – foto?
Suasana museum yang sepi tepatlah sebagai gambaran suasana diantara kita, aku pendiam dia pun pendiam. Yang mampu mencairkan suasana mungkin kamera yang dibawanya, beberapa kali dia minta difoto oleh amatir sepertiku. Ah, kenapa pertemuan singkat tak sampai sehari bisa begini berbekas, kenapa pertemuan minim pembicaraan ini mampu berkesan? Hanya pertanyaan – pertanyaan tanpa jawaban yang kemudian muncul satu – persatu.

       Dia adalah orang yang baik, beberapa temanku yang mengenalnya pun berkata demikian. Tentu berbalik 180 derajat denganku yang “bandel”. Sepertinya 130 derajat lebih tepat, untukku yang tak begitu bandel. Hahaha. Yah tapi begitulah alam bekerja, begitulah Tuhan menciptakannya. Kutub magnet yang berlawanan akan tarik menarik. Tentu tarik menarik sendiri memiliki banyak presepsi, bisa saling menarik kebencian, bisa juga saling menarik rasa hormat. Semoga dia dapat istiqomah, juga senantiasa bahagia. 
Kamu penasaran dengan dia? Ingin tahu namanya? Ah, bukankah di paragraf ke-2 dan ke-3 aku sudah memampang namanya dengan besar! Layaknya kapital.




Tulisan setengah jadi Januari lalu.